Vaksin HPV adalah

Human papilloma virus adalah virus yang dapat menimbulkan tumbuhnya sel kanker pada Rahim wanita yang biasa disebut dengan kanker serviks.

Virus ini menular melalui hubungan seksual, untuk mereka yang suka ganti-ganti pasangan akan sangat rentan terhadap virus yang satu ini.

Departemen kesehatan menunjukkan bahwa kasus kanker servik ini kerupakan penyakit terganas kedua pada wanita di indonesia sendiri, setelah kanker payudara. Virus yang kurang lebih memiliki 100 strain virus ini dapat dicegah dengan melakukan vaksin HPV.

Penyebab Penyakit HPV dan Vaksin HPV

Gambar Vaksin HPV 
Gambar Vaksin HPV

Vaksin HPV adalah suatu  kegiatan pemberian suntikan kepada  wanita ataupun pria untuk mencegah terjadinya kanker serviks, suntikan ini mengandung rekayasa genetika yang diawetkan dan dicampurkan dalam air steril.

Cara kerjanya adalah dengan cara disuntikkan, Setelah vaksin disuntikkan dia akan merangsang pembentukan imun didalam tubuh untuk melawan virus HPV.

Pemberian vaksin tidak hanya diwajibkan kepada perempuan saja, tapi juga bisa diberikan kepada laki-laki. Khususnya untuk laki-laki yang suka dengan sesame jenis, atau laki-laki yang memiliki gangguan imunitas.

Meski vaksin ini dapat diberikan kepada laki-laki atau pun wanita tapi ada beberapa dari mereka yang tidak boleh diberikan vaksin, contohnya adalah ibu hamil dan mereka yang memiliki penyakit berat.

Pemberian vaksin dilakukan sebanyak tiga kali pemakaian,yang pertama dapat diberikan pada saat remaja berumur 11-12 tahun.

Lalu untuk yang kedua dapat diberikan setelah satu atau dua bulannya dari pemakain yang pertama dan yang ketiga dapat diberikan setelah enam bulan dari vaksin yang pertama.

Jenis vaksin hpv sendiri ada tiga macam, yang pertama ada cervarix untuk mencegah kanker serviks dan  infeksi dari HPV-16 dan HPV-18, vaksin yang pertama ini diperuntukkan untuk wanita.

Selanjutnya ada Gardasil untuk mencegah kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Yang terakhir adalah Gardasil 9 yang bisa digunakan untuk pria karena cangkupan pencegahannya yang lebih luas.

 Umumnya, para dokter menganjurkan mereka yang belum aktif secara seksual  untuk melakukan vaksin yang satu ini.

Dimulai dari umur 11 tahun hingga 26 tahun untuk laki-laki dan sampai 45 tahun untuk perempuan. Untuk mereka yang sudah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan untuk  melakukan pap test terlebih dahulu.

Jika hasil dari pap test normal, maka anda bisa langsung melakukan vaksin. Tapi jika ternyata ada perubahan atau sesuatu yang tidak normal pada sel Rahim anda, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Jadi, itulah penjelasan mengenai vaksin hpv, jangan ragu untuk memeriksakan diri kedokter agar dapat melakukan pencegahan-pencegahan kanker serviks ataupun penyakit yang lainnya.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap dan jelasnya anda bisa kunjungi https://cegahkankerserviks.org/ yang berisi penjelasan labih lengkap, tepat dan mudah dimengerti.